Yuk Simak Produsen Ini Ciptakan Baja Ringan yang Kebal Virus

Mulai sejak menyebar Desember 2019 lampau di Wuhan, China, virus corona sampai sekarang sudah mengontaminasi beberapa ratus ribu orang di penjuru dunia hingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sah tinggalkannya untuk epidemi.
Cepatnya penebaran serta bahayanya efek yang diakibatkan membuat risau banyak negara termasuk juga di Indonesia. Ditambah lagi, banyak riset yang mengatakan jika virus ini dapat bertahan di beberapa jenis permukaan hingga tingkatkan efek penyebaran. Dalam satu studi yang diedarkan di New England Journal of Medicine serta disebut, virus ini bisa bertahan pada permukaan benda, seperti logam, kaca, atau plastik sampai 9 hari lamanya.

Simak Juga :  baja ringan

Ini pasti membuat beberapa orang kuatir. Sebab makin tinggi kesempatan mereka terjangkiti sebab sentuh permukaan yang tercemar di beberapa tempat umum seperti rumah sakit serta transportasi publik. Dengan didasari kekhawatiran ini, PT Tatalogam Lestari, salah satunya produsen baja ringan paling besar di Indonesia juga ada dengan satu pengembangan yang diinginkan dapat menghalangi penebaran virus itu.

Semenjak 1 bulan paling akhir, PT Tatalogam Lestari menghasilkan baja ringan anti virus yang dapat menahan perkembangbiakan virus yang melekat pada logam. Hasil dari uji laboratorium diketahui, baja ringan anti virus ini dapat dibuktikan bisa mencegah beberapa jenis bakteri serta virus beresiko termasuk juga virus Covid-19 yang sekarang ini tengah mewabah.

Stephanus Koeswandi, Vice Presiden PT Tatalogam Lestari menjelaskan, produk baja ringan anti virus produksi mereka dilapis cairan anti-virus spesial yang bisa tutup pori-pori baja hingga virus tidak bisa berubah biak di permukaannya.

Artikel Terkait  : detail kuda kuda baja ringan

“Virus ini (Covid-19) dapat hidup pada permukaan logam sampai 72 jam. , serta dapat bertambah. Ini sebab sela pori-pori benda itu menjadi tempat hinggap virus serta bakteri. Virus membelah diri serta dapat tahan lama. Kami dari Tatalogam ini bereksperimen tiap tahun kita tetap pikirkan apa jalan keluarnya jika untuk melapisi logam, karena kami berada di produsen hilir baja, sisi pelapisan. Karena itu kesempatan kali ini kami meningkatkan satu produk baja ringan anti virus yakni Nexalume Antivirus serta Sakura Truss Avico,” jelas Stephanus dalam penjelasannya pada wartawan, Sabtu (28/3).

READ  Murahnya Hidroponik dengan Sistem Asbes

Nexalume Anti Virus sendiri adalah bahan baku baja ringan yang telah dilapis cairan anti virus, di coating 3x dengan nano-coating. Bahan baku ini nanti dapat dipakai dalam beberapa kepentingan seperti meja perlengkapan klinis di dalam rumah sakit, serta angkutan umum yang riskan dihinggapi serta jadi tempat berubah biak virus pembawa penyakit.

Sesaat Sakura Truss Avico adalah kerangka atap baja ringan yang telah dilapis cairan anti virus. Kerangka atap baja ringan anti virus ini diinginkan dapat membuat perlindungan warga dari virus serta bakteri yang disebarkan dari binatang yang hidup di atap rumah seperti tikus, dan sebagainya.

“Produk ini untuk bikin permukaan baja ini semakin lebih aman dipakai. Jadi dapat kurangi inhabitan rate atau tempat virus berubah sampai 99,91 %. jadi jika virus memelekat bukan ia mati yah, tetapi media itu (baja yang telah dilapis) oleh tehnologi dari nexalum anti virus ini dapat membuat virus ini menjadi tidak dapat berubah biak. Otomotis ini punyai satu anti microbrial dipermukaan itu,” jelas Stephanus lagi.

Dia menerangkan, pengembangan semacam ini sebetulnya sempat diaplikasikan waktu Hongkong, China dirundung epidemi SARS di tahun 2002-2004 lampau. Waktu itu China menahan penebaran virus dengan tehnologi pelapisan baja dengan cairan anti virus untuk dipakai di angkutan umum seperti MRT, kereta serta tempat umum lain. Tehnologi ini yang selanjutnya ditingkatkan agar dibuat di pabrik bahan baku baja ringan PT Tata Metal Lestari group dari Tatalogam di Cikarang.

“Jadi tehnologi ini kami bangun lagi. Jadi yang semula cuma dapat dibuat dengan kuantiti terbatas, tetapi dengan kami terapkan di mesin pelapisan (CGL) kami, dapat dibuat bertambah cepat serta semakin banyak. Jadi sebulan kapasistasnya 18 ribu ton. Serta ini kami berharap dapat dipakai dimana saja,” jelas Stephanus.

Susunan anti virus pada baja ringan ini dapat bertahan di antara 5-10 tahun bergantung situasi lingkungan. Di situasi berlebihan, susunan dapat bertahan 5 tahun serta tidak perlu perawatan lain. Karenanya produk ini benar-benar pas untuk diterapkan pada beberapa benda seperti meja rumah sakit, angkutan umum, perkantoran, rumah pribadi serta sampai beberapa benda yang lain riskan dihinggapi virus seperti gagang pintu.

READ  Ini Penyebab Tiang Pancang Tol Becakayu Ambruk

“Jadi ini kemungkinan ini pengembangan kami untuk turut menolong melawan epidemi epidemi ini serta kemungkinan serta ke depan bila ada penyakit lain, ini (baja ringan anti virus) dapat kurangi lah,” terangnya lagi.

Comments are closed.