Warga Terpaksa Beli Air Tandon Rp 300 Ribu

Hampir satu minggu sesudah kerusakan pipa PDAM di rimba Transad di Jalan Soekarno-Hatta Km 8, sampai akhir minggu tempo hari warga masih memercayakan air tandon atau ke sumur untuk penuhi keperluan air untuk masak, mandi, serta membersihkan.

Pilihan beli air tandon sangat terpaksa dilaksanakan. Dengan mengambil kantong sampai Rp 300 ribu untuk dua tandon dilaksanakan Rahmawati. Masyarakat yang tinggal di teritori Gunung Samarinda itu akui lima hari telah air tidak mengalir. Walau sebenarnya tuntutan keperluan memasak, membersihkan piring, serta pakaian dipenuhi.

Ditambah saat akhir minggu, tumpukan pakaian kotor harus selekasnya dicuci supaya baju seragam kerja suaminya dapat dipakai kembali lagi waktu ke kantor. “Keadaan sedang sulit gini kok lebih sulit air. Tuturnya ada perbaikan, tetapi kok belum baik-baik. Kasihan masyarakat, bingung mencari air bersih, serta ada tetangga yang suaminya tidak kerja lagi meminta ke saya ,” keluh ibu tiga anak itu.

Mass media coba bertanya tentang harga kabel listrikĀ  belum mengalirnya air bersih pada manajemen PDAM. Tetapi baik direktur penting atau sub sisi konsumen service tidak memberi respon panggilan telephone atau chat. Lewat sosial media Instagram, tirtamanggarbalikpapan, pada kotak kometar banyak masyarakat yang menyalahkan hal sama.

Diantaranya account dengan nama Hzpurba. Dianya menulis pernah menelpon sisi konsumen service (CS) PDAM Balikpapan, tapi jawaban yang didapat tidak memberi kepuasan. CS menjelaskan tidak ketahui pemicu air tidak mengalir serta tidak ada info perbaikan.

“Awalnya air pernah mengalir sesudah perbaikan di Km 5, tapi pagi hari ini (tempo hari) mati kembali lagi. Saya cek pada posting-an PDAM tidak ada perbaikan serta info tentang matinya air,” tulisnya pada kotak kometar.

Komentarnya lalu mendapatkan tanggapan dari admin. Admin menulis, sebab proses pemenuhan air penuhi pipa-pipa yang kosong pada perbaikan awalnya, hingga efek yang terasa sangat dirasa konsumen setia yang ada di permukiman atau gunung.

Ditambah di akhir pecan pemakaian air termasuk tinggi atau ada di pucuk, dimana konsumen setia memakai air dengan cara bertepatan. Tapi hal itu menurut Hzpurba bukan fakta yang pas. Ia masih minta keterangan faksi PDAM berkaitan caption pada photo perbaikan di Km 5,5, dia minta kejelasan dengan cara data 80 % jika Balikpapan itu didominasi itu gunung serta lembah.

READ  Terungkap, Lukisan dengan Cat Tembok Ala Picasso

Artikel Terkait : harga tandon airĀ 

“Saya masyarakat biasa menangkapnya bermakna 20 % Balikpapan adalah dataran. Sejak dari awalnya step normalisasi, saat ini telah capai berapakah %. Wilayah mana saja yang sudah seharusnya teraliri serta belum dari data 80 % yang disebutkan jika Balikpapan itu bukit serta lembah,” sambungnya minta keterangan

Comments are closed.