Inspirasi Desain Rumah Dengan Konsep Kapal Terbalik

Terpesona melihat bangunan unik yang ada di Eropa. Salah satunya menara Pissa yang miring, atau colloseum atau arena glasiator.

Menuju pantai utara Prancis, terdapat sebuah desa yang tak kalah unik, Equihen Plage. Pada tahun 1900-an, Desa Equihen Plage terkenal sebagai salah satu tempat memancing terbaik di Prancis. Mayoritas masyarakat yang disana adalah nelayan.

Namun destinasi memancing yang populer ini mengalami masalah karena banyak perahu yang rusak. Kedatangan kapal baru, membuat perahu lama yang sudah rusak tak bisa dipakai lagi.

Bahkan banyak kapal yang dihancurkan di pantai. Jika masih terlihat bagus, nelayan setempat mengambil kembali perahu-perahu yang rusak. Kapal tersebut digunakan untuk atap penyimpanan ikan para nelayan.

Sehingga para nelayan memanfaatkan tersebut karena tidak memakan biaya yang begitu banyak seperti membangun bangunan baru. Mereka hanya menambahkan potongan kayu sebagai dinding dan ditutup dengan perahu yang terbalik. Jika ada yang bocor hanya perlu kain terpal untuk menambal

Karena sudah mulai menjamur, rumah-rumah tersebut akhirnya menjadi kawasan yang disebut Quartier des Quilles en l’Air atau distrik bowling di udara. Namun ini tak bertahan lama.

Perang dunia kedua datang dan menghancurkan gudang-gudang penyimpanan yang terbuat dari perahu tersebut. Sudah menjadi identitas, masyarakat pun membangun kembali rumah kapal mereka sebagai hunian.

Kini, rumah kapal terbalik sudah menjadi warisan budaya di Equihen Plage. Jumlah rumah-rumah berkisar 3.000 unit. Bukan lagi jadi gudang penyimpanan, rumah kapal terbalik sudah menjadi hunian bahkan penginapan populer bagi para wisawatan.

Jika berlibur ke Equihen Plage, kamu bisa mencoba menginap di rumah kapal terbalik ini mulai dengan biaya 300 Euro atau sekitar Rp 5 juta per per unitnya.

READ  Ini Penyebab Harga Besi Baja di Makassar Naik
Post Tagged with ,

Comments are closed.