Ini Dia Ada Kusen Alternatif dari Pelat Baja

Salah satunya unsur yang perlu jadi perhatian dalam bangun rumah ialah kusen. Kusen adalah faktor pemisah di antara dinding serta daun pintu atau daun jendela. Bahan baku pengerjaan kusen biasanya dari kayu, walau sekarang ini ada pengembangan baru memiliki bahan baku alumunium serta beton.

Kusen memiliki bahan baku kayu benar-benar disenangi warga Indonesia biasanya. Kecuali harga kusen aluminium kelenturan bahan yang membuat kusen kayu dapat dibuat demikian rupa, bahan baku kayu dapat dengan gampang diketemukan di semua pelosok Indonesia.

Keelokan serat serta profile kusen jadi daya tarik daripada bahan baku kusen lain. Tipe kayu yang berkekuatan serta umumnya digunakan untuk rumah di Tanah Air diantaranya kayu jati. Kayu ini berbobot benar-benar kuat, mempunyai serat sangatlah baik, serta memiliki kandungan faktor minyak hingga tahan pada air serta rayap.

Kayu jati dapat didapat dengan cara gampang sebab ada banyak orang yang menanamnya. Tetapi, sekarang ini untuk memperoleh kayu jati yang bermutu baik sedikit susah sebab kayu jati yang beredar banyak di pasar termasuk benar-benar muda.

Umumnya untuk bikin kusen dari kayu jati bermutu baik, orang seringkali memakai bahan baku sisa dari beberapa rumah jaman dulu. Tipe kayu yang ke-2 ialah kayu merbau. Kayu merbau berkekuatan sangatlah baik, punyai serat yang menarik. Sebab mempunyai muatan minyak, kayu merbau juga tahan pada rayap serta air. Kayu merbau biasanya tumbuh di wilayah rimba hujan tropis, yakni Kalimantan serta Papua. Sekarang ini kayu merbau jadi salah satunya bahan baku yang harga lumayan tinggi.

Bahan baku kusen kayu lainnya ialah kusen glugu. Kusen ini terbuatdari kayu kelapa. Seratnya yang sangatlah baik serta profilnya yang benar-benar lurus sering dipakai untuk bangunan berharga senitinggi.

Kusen kayu kelapa yang direferensikan datang dari Sulawesi sebab umumnya telah berusia lebih dari pada 60 tahun, hingga kemampuan serta corak seratnya jadi daya tarik yang disenangi warga.

Kusen kayu setelah itu dibuat dari kayu meranti. Kusen kayu meranti mempunyai harga tambah murah daripada tipe kayu yang diuraikan di atas. Karenanya, warga yang mempunyai bujet terbatas semakin cenderung memakai bahan kayu meranti untuk kusen.

READ  Envi Cat Gypsum Solusi Warna Plafon Menarik

Baca Juga : harga kusen kayu

Tipe kayu meranti terdiri jadi tiga, yakni kayu meranti putih, kuning, serta merah. Kayu meranti merah berkekuatan lebih bagus daripada yang putih serta kuning.

Pilihan Kusen Pelat Baja

Kecuali kusen memiliki bahan baku kayu, sekarang ini ada pilihan bahan baku kusen yang dibuat dari pelat baja. Pemakaian kusen ini didasari susahnya memperoleh bahan baku yang baik. Disamping itu, untuk daerah spesifik dengan situasi tanah lembap, kusen kayu gampang keropos.

Kusen pelat baja memiliki bahan baku pelat berketebalan 0,8 mm. Bahan baku ini dibikin dengan tehnik spesial. Pertama, pelat baja ditekuk memakai alat spesial yang umumnya ada di toko bubut. Alurnya seperti tekukan balok untuk kusen pintu atau jendela. Untuk satu tangkai balok yang telah tercipta skema kusen, dibutuhkan pelat hitam seputar 21 cm dengan panjang sesuai dengan panjang pelat seputar 2,8 mtr..

Satu lembar pelat besi bisa dipisah jadi empat tangkai balok. Sesudah balok tercipta, tinggal dibuat sesuai dengan keperluan untuk kusen pintu atau kusen jendela. Untuk membuat kusen pintu atau jendela tentunya dengan di las.

Masalah harga, kusen pelat baja semakin lebih murah daripada kusen kayu. Jika dihitung dengan cara unit mulai bahan sampai pengerjaan, pengerjaan kusen pelat baja membutuhkan ongkos Rp175.000 per kusen. Sesaat kusen memiliki bahan baku kayu membutuhkan biayaRp500.000-Rp1 juta per kusen.

Di samping tambah murah, kusen pelat baja berkekuatan serta ketahanan semakin lama. Tetapi, kusen pelat baja mempunyai kekurangan dari bagian seni sebab memiliki bentuk yang benar-benar kaku. Karena itu, kusen ini dalam finishhing semakin pas memakai cat duco. Kusen pelat baja benar-benar pas dipakai di daerah yang mempunyai kelembapan tinggi.

Comments are closed.