Ini Alasan Program Padat Karya Bedah Rumah Serap 111 Ribu Pekerja

Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat (PUPR) lewat Ditjen Perumahan memberikan laporan realisasi program Pertolongan Insentif Perumahan Swadaya (BSPS), yang sampai 17 Agustus 2020 sudah capai Rp 3,16 triliun atau seputar 68,44 %. Program yang dikenal juga dengan bedah rumah ini sudah menghisap sekitar 111.757 tenaga kerja.

Untuk catatan, program BSPS pada 2020 ini dikerjakan untuk kenaikan kualitas rumah di 449 kabupaten/kota serta pembangunan baru di 151 kabupaten/kota, dengan alokasi budget Rp 4,63 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, program bedah rumah ini dilaksanakan dengan cara Padat Karya Tunai (PKT). Maksudnya untuk menjaga daya membeli warga serta kurangi angka pengangguran.

“Ini adalah bentuk perhatian pemerintah pada warga berpendapatan rendah untuk menempati rumah yang wajar, sekaligus juga buka lapangan pekerjaan untuk tukang untuk rehabilitasi rumah. Saya berharap program ini bisa tingkatkan kualitas hidup beberapa penerima pertolongan dengan mempunyai rumah yang bertambah wajar, sehat serta nyaman,” katanya dalam info tercatat, Kamis (20/8/2020).

Salah satunya kabupaten yang masuk ke program BSPS tahun ini ialah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Alokasi budget yang dialirkan sejumlah Rp 8,54 miliar untuk 488 rumah tidak wajar huni (RTLH) yang menyebar di 14 desa.

Pendistribusian BSPS di Kabupaten Morowali adalah sisi dari bedah rumah di Sulawesi Tengah dengan alokasi sejumlah Rp 70 miliar. Budget itu untuk membedah sekitar 4.000 unit rumah yang menyebar di 1 kota serta 8 kabupaten di Sulawesi Tengah.

Bentuk pertolongan yang diberi tidak berbentuk uang tunai, tetapi bahan bangunan yang dipakai untuk membuat. Mengenai perincian ongkos yang dikeluarkan untuk kenaikan kualitas ialah Rp 15 juta untuk material bahan bangunan serta Rp 2,5 juta untuk gaji tukang. Hingga keseluruhan ongkos untuk kenaikan kualitas rumah swadaya (PKRS) pada satu unit tempat tinggal sejumlah Rp 17,5 juta.

Mengenai jumlah penerima pertolongan BSPS di Kabupaten Morowali sekitar 488 kepala keluarga terdiri dari dua step, yaitu step pertama sekitar 418 penerima pertolongan serta step ke-2 sekitar 70 penerima pertolongan.

READ  Nilai Ekspor Besi dan Baja Kini Lampaui Ekspor Mobil

Bupati Morowali, Taslim, menjelaskan Pemkab Morowali benar-benar terbantu serta menghargai program BSPS yang dikerjakan oleh SNVT Pengadaan Perumahan Sulteng. Dianya mengharap ke depan paket penerima pertolongan bedah rumah di Morowali bisa dinaikkan, hingga jumlah rumah tidak wajar huni di wilayah itu bisa menyusut dengan relevan.

“Pemkab Morowali siap memberi dana pendampingan buat warga yang tidak dapat berswadaya,” tutur Taslim.

Comments are closed.