Cara Mudah Pasang Homogeneous Tile !

Menempatkan granit bikinan tidak kurang susah dibanding menempatkan ubin keramik biasa, serta semakin lebih gampang daripada menempatkan granit atau marmer alam yang perlu tindakan spesial saat sebelum terpasang.

Saat sebelum penempatan, ubin ini tak perlu dicelup dalam air—ritual yang umum dikerjakan tukang saat sebelum menempatkan ubin lantai keramik.

Masih Perlu Nat

Baca Juga : granit lantai

Kekeliruan yang biasa dikerjakan orang ialah tidak sediakan nat untuk granit bikinan ini.

Sebab pinggirnya seakan rata, jadi banyak yang memikir jika ubin ini bagus terpasang tiada nat.

Homogeneous tile masih perlu nat, sebab meskipun kecil (0,02 mm) masih ada toleransi presisi yang akan membuat penempatan tidak dapat betul-betul rata.

Disamping itu, sisi pinggir ubin ini pun tidak rata tetapi sedikit di-bevel (dibikin miring).

Lebar nat yang dianjurkan ialah 2 mm, diukur dari tubuh ke tubuh ubin, tidak dari bevel-nya. Nat ini lebih bagus berbentuk grouting spesial yang tersedia banyak di pasar.

Jika semen putih yang akan dipakai selaku pengisi nat, campurlah semen putih dengan polymer supaya daya rekatnya lebih kuat.

Hindari Ubin Popping

Permasalahan popping atau ubin terangkat dapat dirasakan homogeneous tile. Pemicu khusus popping ialah porousitas bahan, kekeliruan penempatan, serta “gerakan bangunan.

Untuk memperhitungkannya, pada tiap ruangan disiapkan expansion gabung, yakni sela yang bisa memuat perubahan ubin karena muai turun atau gerakan bangunan.

Sela seluas seputar 1 cm ini diisi bahan yang fleksibel seperti karet, silikon, atau styrofoam.

Artikel Terkait : roman granit
Supaya tidak mengusik “panorama”, expansion gabung ini biasanya terpasang pada tatap muka dinding serta lantai.

Juga bisa sela ini dikamuflasekan pada pengalihan warna lantai atau antara 2 kolom.

Cara Penempatan

Supaya hasilnya rapi, baca beberapa langkah penempatan homogeneous tile di bawah ini.

• Yakinkan permukaan lantai rata sesaat akan menempatkan ubin. Buat laporkan semen serta pasir dengan perbedaan 1:3 atau 1:5.

• Gunakanlah kepingan ubin dengan laporkan semen selaku perekatnya. Ketuk-ketuk sedikit supaya posisi ubin lebih oke.

READ  Ternyata Bambu Sekuat Besi dan Beton!

• Berikan jarak seputar 2 mm di antara ubin yang satu yang lain selaku nat. Isi nat ini dengan bahan pengisi nat spesial. Supaya terlihat rapi, tentukan warna nat yang seirama dengan warna ubin.

• Ratakan nat dengan kape karet. Selanjutnya, membersihkan sisa-sisa semen atau pengisi nat yang melekat pada permukaan ubin.

Comments are closed.